Halaman 262 - Juz 14
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Hijr (15)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābi wa qur'ānim mubīn(in).
Rubamā yawaddul-lażīna kafarū lau kānū muslimīn(a).
Żarhum ya'kulū wa yatamatta‘ū wa yulhihimul-amalu fa saufa ya‘lamūn(a).
Wa mā ahlaknā min qaryatin illā wa lahā kitābum ma‘lūm(un).
Mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta'khirūn(a).
Wa qālū yā ayyuhal-lażī nuzzila ‘alaihiż-żikru innaka lamajnūn(un).
Lau mā ta'tīnā bil-malā'ikati in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Mā nunazzilul-malā'ikata illā bil-ḥaqqi wa mā kānū iżam munẓarīn(a).
Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahū laḥāfiẓūn(a).
Wa laqad arsalnā min qablika fī syiya‘il-awwalīn(a).
Wa mā ya'tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Każālika naslukuhū fī qulūbil-mujrimīn(a).
Lā yu'minūna bihī wa qad khalat sunnatul-awwalīn(a).
Wa lau fataḥnā ‘alaihim bābam minas-samā'i fa ẓallū fīhi ya‘rujūn(a).
Laqālū innamā sukkirat abṣārunā bal naḥnu qaumum masḥūrūn(a).
Terjemahan
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab, yaitu (ayat-ayat) Al-Qur’an yang memberi penjelasan.
Orang-orang yang kufur itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya.
Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya dan tidak (pula) menangguhkan(-nya).
Mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.
Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang-orang yang benar?”
Kami tidak menurunkan malaikat, kecuali dengan kebenaran. (Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya,) mereka tidak diberi penangguhan (dari azab Allah).
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Nabi Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.
Tidaklah datang seorang rasul kepada mereka, kecuali selalu memperolok-olokkannya.
Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa.
Mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), padahal telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu.
Kalau Kami bukakan (salah satu) pintu langit untuk mereka, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,
tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan. Bahkan, kami adalah kaum yang terkena sihir.”