Halaman 313 - Juz 16
Tampilan Halaman Mushaf
Taha (20)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wa anakhtartuka fastami‘ limā yūḥā.
Innanī anallāhu lā ilāha illā ana fa‘budnī, wa aqimiṣ-ṣalāta liżikrī.
Innas-sā‘ata ātiyatun akādu ukhfīhā litujzā kullu nafsim bimā tas‘ā.
Falā yaṣuddannaka ‘anhā mal lā yu'minu bihā wattaba‘a hawāhu fa tardā.
Wa mā tilka biyamīnika yā mūsā.
Qāla hiya ‘aṣāy(a), atwakka'u ‘alaihā wa ahusysyu bihā ‘alā ganamī wa liya fīhā ma'āribu ukhrā.
Qāla alqihā yā mūsā.
Fa alqāhā fa iżā hiya ḥayyatun tas‘ā.
Qāla khużhā wa lā takhaf, sanu‘īduhā sīratahal-ūlā.
Waḍmum yadaka ilā janāḥika takhruj baiḍā'a min gairi sū'in āyatan ukhrā.
Linuriyaka min āyātinal-kubrā.
Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.
Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī.
Wa yassir lī amrī.
Waḥlul ‘uqdatam mil lisānī.
Yafqahū qaulī.
Waj‘al lī wazīram min ahlī.
Hārūna akhī.
Usydud bihī azrī.
Wa asyrik-hu fī amrī.
Kai nusabbiḥaka kaṡīrā(n).
Wa nażkuraka kaṡīrā(n).
Innaka kunta binā baṣīrā(n).
Qāla qad ūtīta su'laka yā mūsā.
Wa laqad manannā ‘alaika marratan ukhrā.
Terjemahan
Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.
Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
Janganlah engkau dipalingkan darinya (iman pada hari Kiamat) oleh orang yang tidak beriman padanya dan mengikuti hawa nafsunya sehingga engkau binasa.
Apa yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?”
(Musa) berkata, “Ia adalah tongkatku. Aku (dapat) bersandar padanya, merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan memiliki keperluan lain padanya.”
(Allah) berfirman, “Lemparkanlah (tongkat) itu, wahai Musa!”
Maka, dia (Musa) melemparkannya. Tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
Dia (Allah) berfirman, “Ambillah dan jangan takut! Kami akan mengembalikannya pada keadaannya semula.
Kepitlah (telapak) tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia akan keluar dalam keadaan putih (bercahaya) tanpa cacat sebagai mukjizat yang lain.
(Kami perintahkan itu) untuk memperlihatkan kepadamu sebagian tanda-tanda kebesaran Kami yang terbesar.
Pergilah kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.”
Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku
agar mereka mengerti perkataanku.
Jadikanlah untukku seorang penolong dari keluargaku,
(yaitu) Harun, saudaraku.
Teguhkanlah kekuatanku dengannya,
dan sertakan dia dalam urusanku (kenabian)
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
dan banyak berzikir kepada-Mu.
Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”
(Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa.
Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),