Halaman 457 - Juz 23
Tampilan Halaman Mushaf
Sad (38)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wa qālū mā lanā lā narā rijālan kunnā na‘udduhum minal-asyrār(i).
Attakhażnāhum sikhriyyan am zāgat ‘anhumul-abṣār(u).
Inna żālika laḥaqqun takhāṣumu ahlin-nār(i).
Qul innamā ana munżir(un), wa mā min ilāhin illallāhul-wāḥidul-qahhār(u).
Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-‘azīzul-gaffār(u).
Qul huwa naba'un ‘aẓīm(un).
Antum ‘anhu mu‘riḍūn(a).
Mā kāna liya min ‘ilmim bil-mala'il-a‘lā iż yakhtaṣimūn(a).
Iy yūḥā ilayya illā annamā ana nażīrum mubīn(un).
Iż qāla rabbuka lil-malā'ikati innī khāliqum basyaram min ṭīn(in).
Fa'iżā sawwaituhū wa nafakhtu fīhi mir rūḥī faqa‘ū lahū sājidīn(a).
Fasajadal-malā'ikatu kulluhum ajma‘ūn(a).
Illā iblīs(a), istakbara wa kāna minal-kafirīn(a).
Qāla yā iblīsu mā mana‘aka an tasjuda limā khalaqtu biyadayy(a), astakbarta am kunta minal-‘ālīn(a).
Qāla ana khairum minhu khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahū min ṭīn(in).
Qāla fakhruj minhā fa'innaka rajīm(un).
Wa inna ‘alaika la‘natī ilā yaumid-dīn(i).
Qāla rabbi fa'anẓirnī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).
Qāla fa'innaka minal-munẓarīn(a).
Ilā yaumil-waqtil-ma‘lūm(i).
Qāla fabi‘izzatika la'ugwiyannahum ajma‘īn(a).
Illā ‘ibādaka minhumul-mukhlaṣīn(a).
Terjemahan
Mereka (penghuni neraka) berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang (di dunia) selalu kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina)?
Apakah karena dahulu kami menjadikan mereka (bahan) olok-olokan ataukah karena penglihatan (kami) yang tidak melihat mereka?”
Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan,
(yaitu,) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ia (Al-Qur’an) adalah berita besar.
Kamu berpaling darinya.
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang malaikat langit ketika mereka berbantah-bantahan.
Tidaklah diwahyukan kepadaku, kecuali aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)-nya dan meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dalam keadaan bersujud.”
Lalu, para malaikat itu bersujud semuanya bersama-sama,
kecuali Iblis. Ia menyombongkan diri dan termasuk golongan kafir.
(Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku (kekuasaan-Ku)? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah (memang) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”
(Iblis) berkata, “Aku lebih baik darinya, karena Engkau menciptakanku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.”
(Allah) berfirman, “Keluarlah darinya (surga) karena sesungguhnya kamu terkutuk.
Sesungguhnya laknat-Ku tetap atasmu sampai hari Pembalasan.”
(Iblis) berkata, “Wahai Tuhanku, tangguhkanlah (usia)-ku sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan.”
(Allah) berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang ditangguhkan
sampai hari yang telah ditentukan waktunya (kiamat).”
(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.
Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”