Halaman 369 - Juz 19
Tampilan Halaman Mushaf
Asy-Syu'ara' (26)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
La‘allanā nattabi‘us-saḥarata in kānū humul-gālibīn(a).
Falammā jā'as-saḥaratu qālū lifir‘auna a'inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).
Qāla na‘am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn(a).
Qāla lahum mūsā alqū mā antum mulqūn(a).
Fa alqau ḥibālahum wa ‘iṣiyyahum wa qālū bi‘izzati fir‘auna innā lanaḥnul-gālibūn(a).
Fa alqā mūsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).
Fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn(a).
Qālū āmannā birabbil-‘ālamīn(a).
Rabbi mūsā wa hārūn(a).
Qāla āmantum lahū qabla an āżana lakum, innahū lakabīrukumul-lażī ‘allamakumus-siḥr(a), fa lasaufa ta‘lamūn(a), la'uqaṭṭi‘anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la'uṣallibannakum ajma'īn(a).
Qālū lā ḍair(a), innā ilā rabbinā munqalibūn(a).
Innā naṭma‘u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn(a).
Wa auḥainā ilā mūsā an asri bi‘ibādī innakum muttaba‘ūn(a).
Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).
Inna hā'ulā'i lasyirzimatun qalīlūn(a).
Wa innahum lanā lagā'iẓūn(a).
Wa innā lajamī‘un ḥāżirūn(a).
Fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyūn(in).
Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).
Każālik(a), wa auraṡnāhā banī isrā'īl(a).
Fa atba‘ūhum musyriqīn(a).
Terjemahan
(Tujuannya) supaya kita mengikuti para penyihir itu jika mereka jadi para pemenang.”
Maka, ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan memperoleh imbalan besar jika kami yang menjadi pemenang?”
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti akan menjadi orang-orang yang dekat (kepadaku).”
Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”
Lalu, mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar sebagai pemenang.”
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkatnya yang sudah menjadi ular) menelan segala yang mereka ada-adakan itu.
Maka, tersungkurlah para penyihir itu (dalam keadaan) bersujud.
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu sekalian beriman kepadanya (Musa) sebelum aku mengizinkanmu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka, kamu tentu akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti kupotong tangan dan kakimu secara bersilang dan benar-benar akan kusalib kamu semua.”
Mereka menjawab, “Tidak ada yang kami takutkan. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin.”
Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti.”
Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
(Fir‘aun berkata,) “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanyalah sekelompok kecil.
Sesungguhnya mereka telah membuat kita marah.
Sesungguhnya kita semua benar-benar harus selalu waspada.”
Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari (negeri mereka yang mempunyai) taman, mata air,
harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus.
Demikianlah, dan Kami wariskan semuanya kepada Bani Israil.
Lalu, (Fir‘aun dan bala tentaranya dapat) menyusul mereka pada waktu matahari terbit.