Halaman 370 - Juz 19
Tampilan Halaman Mushaf
Asy-Syu'ara' (26)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Falammā tarā'al-jam‘āni qāla aṣḥābu mūsā innā lamudrakūn(a).
Qāla kallā, inna ma‘iya rabbī sayahdīn(i).
Fa auḥainā ilā mūsā aniḍrib bi‘aṣākal-baḥr(a), fanfalaqa fa kāna kullu firqin kaṭ-ṭaudil ‘aẓīm(i).
Wa azlafnā ṡammal-ākharīn(a).
Wa anjainā mūsā wa mam ma‘ahū ajma‘īn(a).
Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Watlu ‘alaihim naba'a ibrāhīm(a).
Iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā ta‘budūn(a).
Qālū na‘budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn(a).
Qāla hal yasma‘ūnakum iż tad‘ūn(a).
Au yanfa‘ūnakum au yaḍurrūn(a).
Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).
Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).
Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).
Fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn(a).
Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i).
Wal-lażī huwa yuṭ‘imunī wa yasqīn(i).
Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).
Wal-lażī yumītunī ṡumma yuḥyīn(i).
Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).
Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).
Terjemahan
Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”
Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.”
Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar.
Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain.
Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya.
Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Bacakanlah kepada mereka berita Ibrahim.
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapak dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah?”
Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan senantiasa tekun menyembahnya.”
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
Atau, (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mudarat kepadamu?”
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah?
Kamu dan nenek moyangmu terdahulu?
Sesungguhnya mereka itu adalah musuhku, lain halnya Tuhan pemelihara semesta alam.
(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku.
Dia (pula) yang memberiku makan dan minum.
Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.
(Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali).
(Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”
(Ibrahim berdoa,) “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh.