Halaman 446 - Juz 23
Tampilan Halaman Mushaf
As-Saffat (37)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).
Faz-zājirāti zajrā(n).
Fat-tāliyāti żikrā(n).
Inna ilāhakum lawāḥid(un).
Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq(i).
Innā zayyannas-samā'ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib(i).
Wa ḥifẓam min kulli syaiṭānim mārid(in).
Lā yassammā‘ūna ilal-mala'il-a‘lā wa yuqżafūna min kulli jānib(in).
Duḥūraw wa lahum ‘ażābuw wāṣib(un).
Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atba‘ahū syihābun ṡāqib(un).
Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).
Bal ‘ajibta wa yaskharūn(a).
Wa iżā żukkirū lā yażkurūn(a).
Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūn(a).
Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).
A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).
Awa ābā'unal-awwalūn(a).
Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).
Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūn(a).
Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīn(i).
Hāżā yaumul-faṣlil-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).
Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū ya‘budūn(a).
Min dūnillāhi fahdūhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm(i).
Waqifūhum innahum mas'ūlūn(a).
Terjemahan
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),
demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,
demi (rombongan malaikat) yang membacakan peringatan,
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan (berupa) bintang-bintang.
(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka.
Mereka (setan-setan) tidak dapat mendengar (percakapan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru
untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal (di akhirat),
kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat.
Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu.
Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat (mengindahkannya).
Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina.
Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”
Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi).
Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”
Inilah hari keputusan yang dahulu (selalu) kamu dustakan.
(Lalu, diperintahkan kepada para malaikat,) “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah
selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim.
Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”