Halaman 447 - Juz 23
Tampilan Halaman Mushaf
As-Saffat (37)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Mā lakum lā tanāṣarūn(a).
Bal humul-yauma mustaslimūn(a).
Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).
Qālū innakum kuntum ta'tūnanā ‘anil-yamīn(i).
Qālū bal lam takūnū mu'minīn(a).
Wa mā kāna lanā ‘alaikum min sulṭān(in), bal kuntum qauman ṭāgīn(a).
Fa ḥaqqa ‘alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūn(a).
Fa agwainākum innā kunnā gāwīn(a).
Fa innahum yauma'iżin fil-‘ażābi musytarikūn(a).
Innā każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).
Innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a).
Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā‘irim majnūn(in).
Bal jā'a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn(a).
Innakum lażā'iqul-‘ażābil-alīm(i).
Wa mā tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
Ulā'ika lahum rizqum ma‘lūm(un).
Fawākihu wa hum mukramūn(a).
Fī jannātin na‘īm(i).
‘Alā sururim mutaqābilīn(a).
Yuṭāfu ‘alaihim bika'sim mim ma‘īn(in).
Baiḍā'a lażżatil lisy-syāribīn(a).
Lā fīhā gauluw wa lā hum ‘anhā yunzafūn(a).
Wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi ‘īn(un).
Ka'annahum baiḍum maknūn(un).
Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).
Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīn(un).
Terjemahan
(Mereka lalu dikecam,) “Mengapa kamu tidak tolong-menolong (sebagaimana kamu di dunia)?”
Bahkan, mereka pada hari itu menyerah (kepada putusan Allah).
Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya (berbantah-bantahan).
(Pengikut) mereka berkata (kepada pemimpinnya), “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan (untuk menghalangi kami dari kebajikan).”
(Pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak,) bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin.
(Sebenarnya,) kami sedikit pun tidak berkuasa terhadapmu (untuk menghalang-halangimu), bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
Maka, putusan (azab) Tuhan (akan) benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan (azab itu).
Kami (mengakui) telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.”
Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
Sesungguhnya demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa.
Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri.
Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
Padahal dia (Nabi Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya).
Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
Akan tetapi, hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya),
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
(yaitu) buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
(Mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi minuman) dari mata air (surga).
(Warnanya) putih bersih dan lezat rasanya bagi orang-orang yang meminum(-nya).
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang membahayakan dan mereka tidak mabuk karenanya.
Di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya (dari selain pasangan mereka).
(Warna kulit) mereka seperti (warna) telur yang tersimpan dengan baik.
Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman