Halaman 449 - Juz 23
Tampilan Halaman Mushaf
As-Saffat (37)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wa ja‘alnā żurriyyatahū humul-bāqīn(a).
Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).
Salāmun ‘alā nūḥin fil-‘ālamīn(a).
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).
Wa inna min syī‘atihī la'ibrāhīm(a).
Iż jā'a rabbahū biqalbin salīm(in).
Iż qāla li'abīhi wa qaumihī māżā ta‘budūn(a).
A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūn(a).
Famā ẓannukum birabbil-‘ālamīn(a).
Fa naẓara naẓratan fin-nujūm(i).
Fa qāla innī saqīm(un).
Fa tawallau ‘anhu mudbirīn(a).
Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn(a).
Mā lakum lā tanṭiqūn(a).
Farāga ‘alaihim ḍarbam bil-yamīn(i).
Fa aqbalū ilaihi yaziffūn(a).
Qāla ata‘budūna mā tanḥitūn(a).
Wallāhu khalaqakum wa mā ta‘malūn(a).
Qālubnū lahū bun-yānan fa'alqūhu fil-jaḥīm(i).
Fa arādū bihī kaidan faja‘alnāhumul-asfalīn(a).
Wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn(i).
Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).
Fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīm(in).
Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu'mar(u), satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).
Terjemahan
Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi).
Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
“Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam.”
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain.
Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu?
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah?
Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”
Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang,
kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya.
Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
Mengapa kamu tidak menjawab?”
Dia lalu menghadap ke (berhala-berhala) itu sambil memukul dengan tangan kanan(-nya).
Kemudian, mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina.
Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.”
100. (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”
Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun.
Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”