Halaman 521 - Juz 26
Tampilan Halaman Mushaf
Az-Zariyat (51)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).
Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).
Yu'faku ‘anhu man ufik(a).
Qutilal-kharrāṣūn(a).
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).
Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).
Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).
Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).
Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).
Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).
Wa fī anfusikum, afalā tubṣirūn(a).
Wa fis-samā'i rizqukum wa mā tū‘adūn(a).
Fa wa rabbis-samā'i wal-arḍi innahū laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqūn(a).
Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn(a).
Iż dakhalū ‘alaihi fa qālū salāmā(n), qāla salām(un), qaumum munkarūn(a).
Farāga ilā ahlihī fa jā'a bi‘ijlin samīn(in).
Fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta'kulūn(a).
Fa aujasa minhum khīfah(tan), qālū lā takhaf, wa basysyarūhu bigulāmin ‘alīm(in).
Fa aqbalatimra'atuhū fī ṣarratin fa ṣakkat wajhahā wa qālat ‘ajūzun ‘aqīm(un).
Qālū każālik(i), qāla rabbuk(i), innahū huwal-ḥakīmul-‘alīm(u).
Terjemahan
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang kukuh,
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berselisih.
Telah dijauhkan darinya (Al-Qur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan.
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!
Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”
(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka.
(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air.
(Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.
Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin.
(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?
Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.
Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap.
Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
(Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.
Kemudian, dia (Ibrahim) pergi diam-diam menemui keluarganya, lalu datang (kembali) membawa (daging) anak sapi gemuk (yang dibakar).
Dia lalu menghidangkannya kepada mereka, (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa kamu tidak makan?”
Dia (Ibrahim) menyimpan rasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut!” Mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (akan kelahiran) seorang anak yang sangat berilmu (Ishaq).
Istrinya datang sambil berteriak (terperanjat) lalu menepuk-nepuk wajahnya sendiri dan berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.”
Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”