Halaman 526 - Juz 27
Tampilan Halaman Mushaf
An-Najm (53)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wan-najmi iżā hawā.
Mā ḍalla ṣāḥibukum wa mā gawā.
Wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā.
In huwa illā waḥyuy yūḥā.
‘Allamahū syadīdul-quwā.
Żū mirrah(tin), fastawā.
Wa huwa bil-ufuqil-a‘lā.
Ṡumma danā fa tadallā.
Fa kāna qāba qausaini au adnā.
Fa auḥā ilā ‘abdihī mā auḥā.
Mā każabal-fu'ādu mā ra'ā.
Afa tumārūnahū ‘alā mā yarā.
Wa laqad ra'āhu nazlatan ukhrā.
‘Inda sidratil-muntahā.
‘Indahā jannatul-ma'wā.
Iż yagsyas-sidrata mā yagsyā.
Mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā.
Laqad ra'ā min āyāti rabbihil-kubrā.
Afa ra'aitumul-lāta wal-‘uzzā.
Wa manātaṡ-ṡāliṡatal-ukhrā.
Alakumuż-żakaru wa lahul-unṡā.
Tilka iżan qismatun ḍīzā.
In hiya illā asmā'un sammaitumūhā antum wa ābā'ukum mā anzalallāhu bihā min sulṭān(in), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓanna wa mā tahwal-anfus(u), wa laqad jā'ahum mir rabbihimul-hudā.
Am lil-insāni mā tamannā.
Fa lillāhil-ākhiratu wal-ūlā.
Wa kam mim malakin fis-samāwāti lā tugnī syafā‘atuhum syai'an illā mim ba‘di ay ya'żanallāhu limay yasyā'u wa yarḍā.
Terjemahan
Demi bintang ketika terbenam,
kawanmu (Nabi Muhammad) tidak sesat, tidak keliru,
dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu(-nya).
Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan (kepadanya)
yang diajarkan kepadanya oleh (malaikat) yang sangat kuat (Jibril)
lagi mempunyai keteguhan. Lalu, ia (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli
ketika dia berada di ufuk yang tinggi.
Dia kemudian mendekat (kepada Nabi Muhammad), lalu bertambah dekat,
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
Lalu, dia (Jibril) menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya (Nabi Muhammad) apa yang Dia wahyukan.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Apakah kamu (kaum musyrik Makkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?
Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,
(yaitu ketika) di Sidratulmuntaha.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
(Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.
Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya).
Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.
Apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (dua berhala) al-Lata dan al-‘Uzza,
serta Manata (berhala) ketiga yang lain (sebagai anak-anak perempuan Allah yang kamu sembah)?
Apakah (pantas) bagi kamu (anak) laki-laki dan bagi-Nya (anak) perempuan?
Itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
(Berhala-berhala) itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu ada-adakan. Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)-nya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu. Padahal, sungguh, mereka benar-benar telah didatangi petunjuk dari Tuhan mereka.
Apakah manusia akan mendapat segala yang diinginkannya?
(Tidak!) Milik Allahlah kehidupan akhirat dan dunia.
Betapa banyak malaikat di langit yang syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali apabila Allah telah mengizinkan(-nya untuk diberikan) kepada siapa yang Dia kehendaki dan ridai.