Halaman 565 - Juz 29
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Qalam (68)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Sanasimuhū ‘alal-khurṭūm(i).
Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).
Wa lā yastaṡnūn(a).
Fa ṭāfa ‘alaihā ṭā'ifum mir rabbika wa hum nā'imūn(a).
Fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm(i).
Fa tanādau muṣbiḥīn(a).
Anigdū ‘alā ḥarṡikum in kuntum ṣārimīn(a).
Fanṭalaqū wa hum yatakhāfatūn(a).
Allā yadkhulannahal-yauma ‘alaikum miskīn(un).
Wa gadau ‘alā ḥardin qādirīn(a).
Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).
Bal naḥnu maḥrūmūn(a).
Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).
Qālū subḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn(a).
Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatalāwamūn(a).
Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).
‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).
Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).
Inna lil-muttaqīna ‘inda rabbihim jannātin-na‘īm(i).
Afanaj‘alul-muslimīna kal-mujrimīn(a).
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
Am lakum kitābun fīhi tadrusūn(a).
Inna lakum fīhi lamā takhayyarūn(a).
Am lakum aimānun ‘alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmah(ti), inna lakum lamā taḥkumūn(a).
Salhum ayyuhum biżālika za‘īm(un).
Am lahum syurakā'(u), falya'tū bisyurakā'ihim in kānū ṣādiqīn(a).
Yauma yuksyafu ‘an sāqiw wa yud‘auna ilas-sujūdi falā yastaṭī‘ūn(a).
Terjemahan
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya.
Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari,
tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, “Insyaallah”).
Lalu, kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita.
Lalu, mereka saling memanggil pada pagi hari,
“Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”
Mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik,
“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.”
Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu).
Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat.
Bahkan, kita tidak memperoleh apa pun.”
Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”
Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”
Mereka saling berhadapan dengan saling mencela.
Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.
Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.”
Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)?
Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil putusan?
Atau, apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?
Sesungguhnya di dalamnya kamu dapat memilih apa saja yang kamu sukai.
Atau, apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat, (yakni) bahwa kamu dapat mengambil putusan (sekehendakmu)?
Tanyakanlah kepada mereka (kaum musyrik) siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (putusan yang diambil itu).
Atau, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu, hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang benar.
(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan (yakni huru-hara di hari Kiamat) dan mereka diseru untuk bersujud. Namun, mereka tidak mampu.