Halaman 578 - Juz 29
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Qiyamah (75) - Al-Insan (76)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).
Wa tażarūnal-‘ākhirah(ta).
Wujūhuy yauma'iżin nāḍirah(tun).
Ilā rabbihā nāẓirah(tun).
Wa wujūhuy yauma'iżim bāsirah(tun).
Taẓunnu ay yuf‘ala bihā fāqirah(tun).
Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).
Wa qīla man…rāq(in).
Wa ẓanna annahul-firāq(u).
Waltaffatis-sāqu bis-sāq(i).
Ilā rabbika yauma'iżinil-masāq(u).
Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā.
Wa lākin każżaba wa tawallā.
Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā.
Aulā laka fa'aulā.
Ṡumma aulā laka fa'aulā.
Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudā(n).
Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā.
Ṡumma kāna ‘alaqatan fa khalaqa fa sawwā.
Fa ja‘ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
Alaisa żālika biqādirin ‘alā ay yuḥyiyal-mautā.
Hal atāka ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai'am mażkūrā(n).
Innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja‘alnāhu samī‘am baṣīrā(n).
Innā hadaināhus-sabīla immā syākiraw wa immā kafūrā(n).
Innā a‘tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aglālaw wa sa‘īrā(n).
Innal-abrāra yasyrabūna min ka'sin kāna mizājuhā kāfūrā(n).
Terjemahan
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri
(karena) memandang Tuhannya.
Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram
(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”
Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).
Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.
Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat.
Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran).
Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri.
Celakalah kamu! Maka, celakalah!
Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah!
Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?
Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya.
Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?
Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat.
Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.
Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum (khamar) dari gelas yang campurannya air kafur,