Halaman 577 - Juz 29
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Muddassir (74) - Al-Qiyamah (75)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Famā tanfa‘uhum syafā‘atusy-syāfi‘īn(a).
Famā lahum ‘anit-tażkirati mu‘riḍīn(a).
Ka'annahum ḥumurum mustanfirah(tun).
Farrat min qaswarah(tin).
Bal yurīdu kullumri'im minhum ay yu'tā ṣuḥufam munasysyarah(tan).
Kallā, bal lā yakhāfūnal-ākhirah(ta).
Kallā innahū tażkirah(tun).
Faman syā'a żakarah(ū).
Wa mā yażkurūna illā ay yasyā'allāh(u), huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah(ti).
Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).
Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmah(ti).
Ayaḥsabul-insānu allan najma‘a ‘iẓāmah(ū).
Balā qādirīna ‘alā an nusawwiya banānah(ū).
Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah(ū).
Yas'alu ayyāna yaumul-qiyāmah(ti).
Fa iżā bariqal-baṣar(u).
Wa khasafal-qamar(u).
Wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar(u).
Yaqūlul-insānu yauma'iżin ainal-mafarr(u).
Kallā lā wazar(a).
Ilā rabbika yauma'iżinil-mustaqarr(u).
Yunabba'ul-insānu yauma'iżim bimā qaddama wa akhkhar(a).
Balil-insānu ‘alā nafsihī baṣīrah(tun).
Wa lau alqā ma‘āżīrah(ū).
Lā tuḥarrik bihī lisānaka lita‘jala bih(ī).
Inna ‘alainā jam‘ahū wa qur'ānah(ū).
Fa iżā qara'nāhu fattabi‘ qur'ānah(ū).
Ṡumma inna ‘alainā bayānah(ū).
Terjemahan
Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari para pemberi syafaat.
Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)
seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut
lari dari singa.
Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
Sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut pada akhirat.
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah suatu peringatan.
Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya.
Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an), kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.
Aku bersumpah demi hari Kiamat.
Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus.
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
Apabila mata terbelalak (ketakutan),
bulan pun telah hilang cahayanya,
serta matahari dan bulan dikumpulkan,
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung.
(Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan.
Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya).
Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya.
Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya.
Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.
Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya.