Halaman 584 - Juz 30
Tampilan Halaman Mushaf
An-Nazi'at (79)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).
Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.
Fa qul hal laka ilā an tazakkā.
Wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā.
Fa arāhul-āyatal-kubrā.
Fa każżaba wa ‘aṣā.
Ṡumma adbara yas‘ā.
Fa ḥasyara fanādā.
Fa qāla ana rabbukumul-a‘lā.
Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.
Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.
A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.
Rafa‘a samkahā fa sawwāhā.
Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.
Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.
Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.
Wal-jibāla arsāhā.
Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.
Fa iżā jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.
Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.
Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.
Fa ammā man ṭagā.
Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā.
Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.
Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
Fīma anta min żikrāhā.
Ilā rabbika muntahāhā.
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
Terjemahan
(Ingatlah) ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa,
“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.
Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan)
dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’”
Lalu, dia (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya.
Akan tetapi, dia (Fir‘aun) mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah).
Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa).
Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya).
Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”
Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?
Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya.
Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang).
Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).
Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan.
Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh.
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu.
Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang,
pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya
dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya).
Adapun orang yang melampaui batas
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya).
Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya.
Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat).
Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi.