Halaman 586 - Juz 30
Tampilan Halaman Mushaf
At-Takwir (81)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Iżasy-syamsu kuwwirat.
Wa iżan-nujūmunkadarat.
Wa iżal-jibālu suyyirat.
Wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat.
Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat.
Wa iżal-biḥāru sujjirat.
Wa iżan-nufūsu zuwwijat.
Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat.
Bi'ayyi żambin qutilat.
Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat.
Wa iżas-samā'u kusyiṭat.
Wa iżal-jaḥīmu su‘‘irat.
Wa iżal-jannatu uzlifat.
‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.
Falā uqsimu bil-khunnas(i).
Al-jawāril-kunnas(i).
Wal-laili iżā ‘as‘as(a).
Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
Muṭā‘in ṡamma amīn(in).
Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn(in).
Wa laqad ra'āhu bil-ufuqil-mubīn(i).
Wa mā huwa ‘alal-gaibi biḍanīn(in).
Wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm(in).
Fa aina tażhabūn(a).
In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).
Liman syā'a minkum ay yastaqīm(a).
Wa mā tasyā'ūna illā ay yasyā'allāhu rabbul-‘ālamīn(a).
Terjemahan
Apabila matahari digulung,
apabila bintang-bintang berjatuhan,
apabila gunung-gunung dihancurkan,
apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
apabila lautan dipanaskan,
apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
“Karena dosa apa dia dibunuh,”
apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
apabila langit dilenyapkan,
apabila (neraka) Jahim dinyalakan,
dan apabila surga didekatkan,
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Aku bersumpah demi bintang-bintang
yang beredar lagi terbenam,
demi malam apabila telah larut,
demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,
yang di sana (Jibril) ditaati lagi dipercaya.
Temanmu (Nabi Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
Dia (Nabi Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
(Al-Qur’an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.
Maka, ke manakah kamu akan pergi?
(Al-Qur’an) itu tidak lain, kecuali peringatan bagi semesta alam,
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang hendak menempuh jalan yang lurus.
Kamu tidak dapat berkehendak, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.