Halaman 593 - Juz 30
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Fajr (89)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wal-fajr(i).
Wa layālin ‘asyr(in).
Wasy-syaf‘i wal-watr(i).
Wal-laili iżā yasr(i).
Hal fī żālika qasamul liżī ḥijr(in).
Alam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi‘ād(in).
Irama żātil-‘imād(i).
Allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād(i).
Wa ṡamūdal-lażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād(i).
Wa fir‘auna żil-autād(i).
Allażīna ṭagau fil-bilād(i).
Fa akṡarū fīhal-fasād(a).
Fa ṣabba ‘alaihim rabbuka sauṭa ‘ażāb(in).
Inna rabbaka labil-mirṣād(i).
Fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhū fa akramahū wa na‘‘amah(ū), fa yaqūlu rabbī akraman(i).
Wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara ‘alaihi rizqah(ū), fa yaqūlu rabbī ahānan(i).
Kallā bal lā tukrimūnal-yatīm(a).
Wa lā taḥāḍḍūna ‘alā ṭa‘āmil-miskīn(i).
Wa ta'kulūnat-turāṡa aklal lammā(n).
Wa tuḥibbūnal-māla ḥubban jammā(n).
Kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā(n).
Wa jā'a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā(n).
Wa jī'a yauma'iżim bijahannam(a), yauma'iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā.
Terjemahan
Demi waktu fajar,
demi malam yang sepuluh,
demi yang genap dan yang ganjil,
dan demi malam apabila berlalu.
Apakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh (orang) yang berakal?
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad,
(yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi
yang sebelumnya tidak pernah dibangun (suatu kota pun) seperti itu di negeri-negeri (lain)?
(Tidakkah engkau perhatikan pula kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah
dan Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
lalu banyak berbuat kerusakan di dalamnya (negeri itu),
maka Tuhanmu menimpakan cemeti azab (yang dahsyat) kepada mereka?
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku.”
Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.”
Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kamu tidak memuliakan anak yatim,
tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),
dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
Jangan sekali-kali begitu! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
Tuhanmu datang, begitu pula para malaikat (yang datang) berbaris-baris,
dan pada hari itu (neraka) Jahanam didatangkan, sadarlah manusia pada hari itu juga. Akan tetapi, bagaimana bisa kesadaran itu bermanfaat baginya?