Halaman 596 - Juz 30
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Lail (92) - Ad-Duha (93) - Al-Insyirah (94)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Lā yaṣlāhā illal-asyqā.
Allażī każżaba wa tawallā.
Wa sayujannabuhal-atqā.
Allażī yu'tī mālahū yatazakkā.
Wa mā li'aḥadin ‘indahū min ni‘matin tujzā.
Illabtigā'a wajhi rabbihil-a‘lā.
Wa lasaufa yarḍā.
Waḍ-ḍuḥā.
Wal-laili iżā sajā.
Mā wadda‘aka rabbuka wa mā qalā.
Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ūlā.
Wa lasaufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā.
Alam yajidka yatīman fa āwā.
Wa wajadaka ḍāllan fa hadā.
Wa wajadaka ‘ā'ilan fa agnā.
Fa ammal-yatīma falā taqhar.
Wa ammas-sā'ila falā tanhar.
Wa ammā bini‘mati rabbika fa ḥaddiṡ.
Alam nasyraḥ laka ṣadrak(a).
Wa waḍa‘nā ‘anka wizrak(a).
Allażī anqaḍa ẓahrak(a).
Wa rafa‘nā laka żikrak(a).
Fa'inna ma‘al-‘usri yusrā(n).
Inna ma‘al-‘usri yusrā(n).
Fa iżā faragta fanṣab.
Wa ilā rabbika fargab.
Terjemahan
Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).
Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).
Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,
kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).
Demi waktu duha
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);
mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);
dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?
Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),
meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu
yang memberatkan punggungmu,
dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain)
dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!