Halaman 595 - Juz 30
Tampilan Halaman Mushaf
Asy-Syams (91) - Al-Lail (92)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
Wal-qamari iżā talāhā.
Wan-nahāri iżā jallāhā.
Wal-laili iżā yagsyāhā.
Was-samā'i wa mā banāhā.
Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā.
Wa nafsiw wa mā sawwāhā.
Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā.
Qad aflaḥa man zakkāhā.
Wa qad khāba man dassāhā.
Każżabat ṡamūdu biṭagwāhā.
Iżimba‘aṡa asyqāhā.
Fa qāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā.
Fa każżabūhu fa ‘aqarūhā fa damdama ‘alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā.
Wa lā yakhāfu ‘uqbāhā.
Wal-laili iżā yagsyā.
Wan-nahāri iżā tajallā.
Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā.
Inna sa‘yakum lasyattā.
Fa ammā man a‘ṭā wattaqā.
Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā.
Fa sanuyassiruhū lil-yusrā.
Wa ammā man bakhila wastagnā.
Wa każżaba bil-ḥusnā.
Fa sanuyassiruhū lil-‘usrā.
Wa mā yugnī ‘anhu māluhū iżā taraddā.
Inna ‘alainā lal-hudā.
Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā.
Fa anżartukum nāran talaẓẓā.
Terjemahan
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
demi bulan saat mengiringinya,
demi siang saat menampakkannya,
demi malam saat menutupinya (gelap gulita),
demi langit serta pembuatannya,
demi bumi serta penghamparannya,
dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,
lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas
ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).
Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”
Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).
Dia tidak takut terhadap akibatnya.
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
demi siang apabila terang benderang,
dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
serta mendustakan (balasan) yang terbaik,
Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.