Halaman 371 - Juz 19
Tampilan Halaman Mushaf
Asy-Syu'ara' (26)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Waj‘al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn(a).
Waj‘alnī miw waraṡati janatin na‘īm(i).
Wagfir li'abī innahū kāna minaḍ-ḍāllīn(a).
Wa lā tukhzinī yauma yub‘aṡūn(a).
Yauma lā yanfa‘u māluw wa lā banūn(a).
Illā man atallāha biqalbin salīm(in).
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).
Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn(a).
Wa qīla lahum ainamā kuntum ta‘budūn(a).
Min dūnillāh(i), hal yanṣurūnakum au yantaṣirūn(a).
Fa kubkibū fīhā hum wal-gāwūn(a).
Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).
Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).
Tallāhi in kunnā lafī ḍalālim mubīn(in).
Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).
Wa mā aḍallanā illal-mujrimūn(a).
Famā lanā min syāfi‘īn(a).
Wa lā ṣadīqin ḥamīm(in).
Falau anna lanā karratan fa nakūna minal-mu'minīn(a).
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Każżabat qaumu nūḥinil-mursalīn(a).
Iż qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūn(a).
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).
Terjemahan
Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian.
Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.
Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat.
Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.
(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak.
Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa.
(Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.
Dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang selalu kamu sembah
selain Allah? Dapatkah mereka menolongmu atau menolong dirinya sendiri?”
Mereka (sesembahan itu) dijungkirbalikkan di dalamnya (neraka) bersama orang-orang yang sesat.
(Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan).
Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
“Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
(Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam.
Tidak ada yang menyesatkan kami, kecuali para pendosa.
Tidak ada pemberi syafaat (penolong) untuk kami.
Tidak pula ada teman akrab.
Seandainya dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.”
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?”