Halaman 576 - Juz 29
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Muddassir (74)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Innahū fakkara wa qaddar(a).
Faqutila kaifa qaddar(a).
Ṡumma qutila kaifa qaddar(a).
Ṡumma naẓar(a).
Ṡumma ‘abasa wa basar(a).
Ṡumma adbara wastakbar(a).
Faqāla in hāżā illā siḥruy yu'ṡar(u).
In hāżā illā qaulul-basyar(i).
Sa'uṣlīhi saqar(a).
Wa mā adrāka mā saqar(a).
Lā tubqī wa lā tażar(u).
Lawwāḥatul lil-basyar(i).
‘Alaihā tis‘ata ‘asyar(a).
Wa mā ja‘alnā aṣḥāban-nāri illā malā'ikah(tan), wa mā ja‘alnā ‘iddatahum illā fitnatal lil-lażīna kafarū, liyastaiqinal-lażīna ūtul-kitāba wa yazdādal-lażīna āmanū īmānaw wa lā yartābal-lażīna ūtul-kitāba wal-mu'minūn(a), wa liyaqūlal-lażīna fī qulūbihim maraḍuw wal-kāfirūna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā(n), każālika yuḍillullāhu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), wa mā ya‘lamu junūda rabbika illā huw(a), wa mā hiya illā żikrā lil-basyar(i).
Kallā wal-qamar(i).
Wal-laili iż adbar(a).
Waṣ-ṣubḥi iżā asfar(a).
Innahā la'iḥdal-kubar(i).
Nażīral lil-basyar(i).
Liman syā'a minkum ay yataqaddama au yata'akhkhar(a).
Kullu nafsim bimā kasabat rahīnah(tun).
Illā aṣḥābal-yamīn(i).
Fī jannātin - yatasā'alūn(a).
‘Anil-mujrimīn(a).
Mā salakakum fī saqar(a).
Qālū lam naku minal-muṣallīn(a).
Wa lam naku nuṭ‘imul-miskīn(a).
Wa kunnā nakhūḍu ma‘al-khā'iḍīn(a).
Wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn(i).
Ḥattā atānal-yaqīn(u).
Terjemahan
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).
Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).
Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).
Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.
Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).
Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.”
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
(Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan).
(Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia.
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Sekali-kali tidak! Demi bulan,
demi malam ketika telah berlalu,
dan demi subuh apabila mulai terang,
sesungguhnya ia (neraka Saqar itu) benar-benar salah satu (bencana) yang sangat besar,
sebagai peringatan bagi manusia,
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju (meraih kebajikan) atau mundur (dengan berbuat maksiat).
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan,
kecuali golongan kanan,
berada di dalam surga yang mereka saling bertanya
tentang (keadaan) para pendurhaka,
“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin.
Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang,
dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan,
hingga datang kepada kami kematian.”