Halaman 581 - Juz 29
Tampilan Halaman Mushaf
Al-Mursalat (77)
Audio Halaman
Putar ayat otomatis satu per satu.
Latin
Alam nakhluqkum mim mā'im mahīn(in).
Fa ja‘alnāhu fī qarārim makīn(in).
Ilā qadarim ma‘lūm(in).
Fa qadarnā, fani‘mal-qādirūn(a).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).
Aḥyā'aw wa amwātā(n).
Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā'an furātā(n).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibūn(a).
Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).
Lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab(i).
Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i).
Ka'annahū jimālatun ṣufr(un).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Hāżā yaumu lā yanṭiqūn(a).
Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Hāżā yaumul-faṣli jama‘nākum wal-awwalīn(a).
Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyūn(in).
Wa fawākiha mimmā yasytahūn(a).
Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Kulū wa tamatta‘ū qalīlan innakum mujrimūn(a).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Wa iżā qīla lahumurka‘ū lā yarka‘ūn(a).
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu'minūn(a).
Terjemahan
Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)?
Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim)
sampai waktu yang ditentukan.
Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu.
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul
bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati?
Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar?
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan.
Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang
yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.”
Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi),
seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan.
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara.
Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.
Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.”
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air
serta buah-buahan yang mereka sukai.
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.”
Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!”
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman?